BrainStuck

Disana Kulihat banyak Pemuda berdendang penuh gembira dengan "sebatang" gitar yang sarat goresan, dengan mata memerah semerah anggur murahan.., mereka bernyanyi dengan suara yang tak kalah murahan..  Aku pernah seperti itu.

Di Ujung lain ku melihat pemuda eksekutif dengan dandanan parlente plus sweater cardigan. Rambut rapi dan kilat yang tak bisa di antah berantahkan oleh angin, berjalan penuh semangat dengan raut muka yang lecek layaknya puting susu sapi yang habis diperah.. aku pernah seperti itu..

Di Sudut lain ku duduk di pingggiran panggung nan gemerlap yang sarat distorsi. Sekelompok "sales" distorsi melompat-lompat tak beraturan. Mereka sarat peluh, namun tak kutemukan itu di wajah yang penuh sumringah mereka kala respons sejiwa membuana..  Aku Pernah Seperti Itu.

Di sudut Sini, di Warnet yang penuh serat laba2. Kudapati sebuah wajah yang penuh konsentrasi saat bunyi "cuuzz.." yang bersumber dari massenger2 apapun itu namanya. Sesekali mereka tersenyum, sesekali mengerutkan dahi, dan sesekali lagi menggerutu. Dan Dipojokan terdapat raut muka penuh sinar, di saat mendapatkan message "succesfull", "Thank U", "Delivered", "On The way", "Deal" dan lain2 lah.. aku pernah seperti itu..

Lalu… apa point..? (what d point, maksudnya..)

Entah.. Aku Lebih Suka Duduk diam dan menggelar Tikar Di Singgasanaku.. Sampai Semuanya Menghanyut dan Terbang…

Leave a Reply